oleh ryanalfiannoor
Dari keringat kita..
Oleh kesulitan itu..
Dan untuk impian kita..
Aku tahu dan aku merasakan itu semua, kawan..
Inilah surat cintaku kepada kalian semua..
Para hamba-hamba pilihan Allah,
Saya memang belum hafal satu per satu nama dan raut wajah kalian. Memang kita belum punya cukup waktu untuk bertukar pikiran, bersenda-gurau, sambil bertukar cerita untuk saling mengenal lebih dekat. Tapi saya mencintai kalian. Ya! Saya mencintai kalian semua lebih dari diri saya sendiri karena Allah. Hati-hati kita insya Allah sudah dipersatukan oleh sebuah ikrar mulia, “terbentuknya kampus ITB yang lebih baik dan bermartabat serta mendapatkan kebaikan dari Allah pencipta alam semesta.”
Para pejuang dakwah yang tercinta,
Dihitung sejak langkah pertama kita memasuki gerbang rumah besar bernama Keluarga Mahasiswa Islam waktu itu, hampir satu, dua, bahkan tiga tahun kita menjadi keluarga. Dia tidak pernah menawarkan diri menjadi keluarga yang memanjakan. Bukan saja karena ia tak mampu. Tapi terlebih lagi karena ia yakin bukan itu yang terbaik untuk kita. Yang mampu dan ingin ia berikan adalah keluarga yang keras menempa dengan dasar cinta. Dia mengajarkan kepada kita, bahwa kita bukanlah kayu lapuk yang akan hancur oleh tempaan. Kita adalah besi baja berkualitas prima, sehingga tempaan akan menjadikan kalian pedang tajam penebas kezaliman dan tiang pancang penegak bangunan kebenaran. Bahkan kita juga adalah berlian. Tekanan dan gesekan akan membuat kita kian kuat dan bercahaya!
Kawan-kawan yang saya cintai karena Allah,
Jarangnya saya muncul dihadapan kalian, bukanlah tanda saya tidak menghargai kerja keras, cucuran keringat, kurangnya jam tidur, dan segala jerih payah yang telah kalian tumpahkan. Wallahi! Demi Allah! Saya iri dengan itu. Kita adalah umat terbaik, khairu ummah! Kita harus merebut takdir kita menjadi yang terbaik, terdepan, dan terhebat. Bukan karena rindu pujian, apalagi sekedar tepukan. Sama sekali tidak! Melainkan karena itulah bentuk pertanggungjawaban kita kepada Allah yang telah memberi kita kesempatan terbaik yaitu kehidupan, kecerdasan terdepan yaitu spiritualitas, dan ideologi terhebat yakni Islam! Allah telah memberi banyak hak istimewa, priviledges, kepada kita. Karena itu kita wajib mengembalikannya dengan memberi lebih banyak kepada kemanusiaan dan peradaban.
Jangan pernah rendahkan diri dengan meragukan kemampuan kita, kawan. Sejak berjumpa dengan kalian dalam berbagai kesempatan, saya yakin bahwa kalianlah yang terbaik, crème de la crème, sehingga kita mampu jika kita mau. Sekali lagi saya ulangi, dan akan terus saya ulangi sampai kalian semua yakin, sampai ini terngiang-ngiang tanpa henti di telinga Anda, menjadi gema suara hati yang tak mau mati: kita mampu jika kita mau! Untuk itu kita memang harus rela menanggung kepenatan, mengurangi jam tidur, menekan kebosanan, bertarung dengan kejenuhan, menaklukkan keraguan, bergumul dengan kerumitan, berbenturan dengan UTS dan UAS, dan melompat jauh keluar dari zona nyaman yang menina-bobokan kita. Memang kita harus berhadapan dengan banyak jadwal yang berbenturan, dengan sekian amanah yang tumpang-tindih, tanggung jawab yang susul-menyusul, kerja-kerja besar yang tak kunjung habis, berbagai kepentingan yang sungguh tak mudah dipertemukan, bahkan konflik yang terkadang panjang dan menyakitkan. Jauh-jauh hari Allah telah mengungkapkan dalam Al Qur-an:
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. [QS. Al Baqarah, 2: 216]
Wahai pejuang…
Yang kita butuhkan adalah kesempatan untuk belajar bahwa hidup adalah kumpulan pilihan, hidup adalah mengambil keputusan, dan hidup adalah menjalani konsekuensi dari setiap keputusan yang kita ambil.
Walaupun mungkin saya jarang mendengarkan jeritan masalah kalian, namun kalian semua mendominasi doa-doa saya, menari-nari dalam pikiran saya, bergelayut dalam ruang dan waktu yang saya lintasi, memacu saya untuk terus bekerja lebih keras lagi, mencari cara yang lebih cerdas lagi, dan senantiasa memeriksa niat agar lebih ikhlas lagi. Dan dalam surat ini saya bersumpah, wallahi, demi Allah, jika masih ajal saya belum tiba, saya akan melakukan segalanya, akan mengantarkan syiar islam terbaik untuk kampus ini. Doakan agar kita selalu dapat bersatu dalam ikatan ukhuwah islam ini.
“inspired from my life teacher : AM”
Ditulis dalam Uncategorized |
Jumat, 29 Januari 2010
Selasa, 26 Januari 2010
Motivasi Karyawan dalam Perusahaan
Sebuah organisasi diisi oleh individu yang berbeda-beda karakternya, ada yang pekerja keras, pemalas dan biasa-biasa saja. Maju mundur usaha suatu organisasi bukan hanya ditentukan faktor pemimpinnya tetapi juga para staf pekerjanya. Banyak cara dilakukan agar para pekerja tetap giat dalam bekerja. Namun terkadang dibutuhkan suatu usaha ekstra agar pekerja dapat bekerja dengan giat.
Ada berbagai tipe bentuk perusahaan namun akan tetap ada hal yang sama didalamnya yaitu, organisasi. Salah satu hal yang terkait dalam memanajemen organisasi adalah motivasi. Motivasi merupakan kegiatan yang harus dilakukan untuk membina dan mendorong semangat dan kerelaan kerja pegawai.
Kerelaan pegawai untuk bekerja adalah hal yang penting karena dengan hal ini akan menimbulkan semangat dan tanggung jawab dari para pekerja. Bahkan ada suatu perusahaan multinasional yang berbasis teknologi memberi para pekerjanya saham perusahaan. Walau tidak besar namun, hal itu akan berdampak sangat besar. Dengan saham yang mereka miliki para pekerja akan bekerja lebih giat karena merasa memiliki perusahaan itu.
Motivasi mencakup segi-segi perangsang baik bersifat rohaniah maupun jasmaniah. Contoh dari segi rohaniah adalah kenaikan pangkat, pendidikan, pengembangan karir, pemberian cuti dan lain-lain. Banyak perusahaan memberi motivasi kepada karyawannya dengan pangkat. Dengan sistem ini diharapkan para pekerja akan lebih giat bekerja sehingga pangkat mereka naik dan fasilitas yang mereka dapat juga semakin tinggi.
Cuti juga adalah suatu motivasi karena para karyawan akan merasa lebih dihargai pikirannya. Banyak perusahaan memberi cuti kepada karyawannya agar dapat6 bersantai sehingga saat kembali bekerja akan sangat fokus. Biasanya para pekerja dibidang kreatif yang mendapat cuti seperti ini.
Motivasi dalam bentuk jasmaniah seperti sistem upah yang menggairahkan, pemberian tunjangan, penyediaan fasilitas yang lengkap, dan sebagainya. Sistem upah yang baik akan memberi kenyamanan kepada karyawan apalagi bila diikiut bonus-bonus atau tunjangan. Perusahaan biasa memberi tunjangan kepada karyawannya yang berprestasi.
Fasilitas kantor juga adalah motivasi. Memang kadang kala banyak fasilitas kantor yang disalah gunakan karyawan. Namun, dengan pengawasan yang lebih baik fasilitas kantor akan menjadi motivasi bekerja seperti bila berpangkat manager akan mendapat fasilitas mobil. Para karyawan akan berusahaan bekerja lebih giat lagi.
Teori motivasi presatasi adalah suatu teori yang banyak dipergunakan. Suatu perusahaan banyak memberi kemudahan kepada para karyawannya yang berprestasi. Bonus atau tunjangan akan menanti semua karyawan yang dapat memberi keberhasilan bagi perusahaan. Motivasi seperti ini diyakini menumbuhkan semangat juang lebih bagi karyawan yang ingin merubah nasibnya.
Jadi, motivasi adalah suatu hal yang vital dalam organisasi, dengan motivasi tinggi perusahaan yang terancam bangkrut pun dapat bangkit. Motivasi bukan hanya harus datang dari perusahaan tapi dari pekerja itu sendiri.
Ada berbagai tipe bentuk perusahaan namun akan tetap ada hal yang sama didalamnya yaitu, organisasi. Salah satu hal yang terkait dalam memanajemen organisasi adalah motivasi. Motivasi merupakan kegiatan yang harus dilakukan untuk membina dan mendorong semangat dan kerelaan kerja pegawai.
Kerelaan pegawai untuk bekerja adalah hal yang penting karena dengan hal ini akan menimbulkan semangat dan tanggung jawab dari para pekerja. Bahkan ada suatu perusahaan multinasional yang berbasis teknologi memberi para pekerjanya saham perusahaan. Walau tidak besar namun, hal itu akan berdampak sangat besar. Dengan saham yang mereka miliki para pekerja akan bekerja lebih giat karena merasa memiliki perusahaan itu.
Motivasi mencakup segi-segi perangsang baik bersifat rohaniah maupun jasmaniah. Contoh dari segi rohaniah adalah kenaikan pangkat, pendidikan, pengembangan karir, pemberian cuti dan lain-lain. Banyak perusahaan memberi motivasi kepada karyawannya dengan pangkat. Dengan sistem ini diharapkan para pekerja akan lebih giat bekerja sehingga pangkat mereka naik dan fasilitas yang mereka dapat juga semakin tinggi.
Cuti juga adalah suatu motivasi karena para karyawan akan merasa lebih dihargai pikirannya. Banyak perusahaan memberi cuti kepada karyawannya agar dapat6 bersantai sehingga saat kembali bekerja akan sangat fokus. Biasanya para pekerja dibidang kreatif yang mendapat cuti seperti ini.
Motivasi dalam bentuk jasmaniah seperti sistem upah yang menggairahkan, pemberian tunjangan, penyediaan fasilitas yang lengkap, dan sebagainya. Sistem upah yang baik akan memberi kenyamanan kepada karyawan apalagi bila diikiut bonus-bonus atau tunjangan. Perusahaan biasa memberi tunjangan kepada karyawannya yang berprestasi.
Fasilitas kantor juga adalah motivasi. Memang kadang kala banyak fasilitas kantor yang disalah gunakan karyawan. Namun, dengan pengawasan yang lebih baik fasilitas kantor akan menjadi motivasi bekerja seperti bila berpangkat manager akan mendapat fasilitas mobil. Para karyawan akan berusahaan bekerja lebih giat lagi.
Teori motivasi presatasi adalah suatu teori yang banyak dipergunakan. Suatu perusahaan banyak memberi kemudahan kepada para karyawannya yang berprestasi. Bonus atau tunjangan akan menanti semua karyawan yang dapat memberi keberhasilan bagi perusahaan. Motivasi seperti ini diyakini menumbuhkan semangat juang lebih bagi karyawan yang ingin merubah nasibnya.
Jadi, motivasi adalah suatu hal yang vital dalam organisasi, dengan motivasi tinggi perusahaan yang terancam bangkrut pun dapat bangkit. Motivasi bukan hanya harus datang dari perusahaan tapi dari pekerja itu sendiri.
Up grade Kapasitas Diri Anda
Kita sudah sering mendengar keluhan bahwa semakin hari pekerjaan kita menjadi semakin banyak saja. Padahal, pilihan hidup kita untuk menjadi pekerja mestinya diikuti oleh kesadaran bahwa tidak ada satupun perusahaan dimuka bumi ini yang mencanangkan pertumbuhan negatif dari setiap portofolionya. Dan itu selalu berarti tantangan tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Selain itu, kita sendiripun selalu menuntut lebih banyak kepada perusahaan. Buktinya, setiap tahun kita menghendaki kenaikan gaji. Jadi, wajar jika kita melakukan lebih banyak pekerjaan untuk perusahaan, dan perusahaan memberi kita lebih banyak kesejahteraan. Tetapi, apakah kita memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menyesuaikan diri dengan bertambahnya tuntutan perusahaan?
Anda tentu mengenal karet gelang. Kalau kita membeli nasi bungkus, biasanya bungkusan itu diikat oleh karet gelang. Dijaman saya masih kecil dulu; karet gelang bukan sekedar alat untuk mengikat sesuatu, melainkan alat permainan yang mengesankan. Karet gelang bisa digunakan untuk permainan apa saja. Mulai dari lompat tali, gitar-gitaran, pistol-pistolan, ketapel, dan adu tiup serta permainan lain yang jenisnya begitu banyak. Saya tidak menemukan bahan lain yang bisa digunakan untuk beragam permainan seperti karet gelang.
Namun, dari sekian banyak kegunaan karet gelang, ada satu karakter menarik yang dimilikinya. Yaitu; kemampuannya untuk memanjang mengikuti tarikan atau regangan. Tiba-tiba saja saya menyadari bahwa karet gelang itu menyimpan sebuah pelajaran penting bagi kita. Yaitu, tentang kapasitas diri kita. Perhatikanlah, sebuah karet gelang terlihat begitu gemulai. Namun, dibalik kegemulaiannya itu dia menyembunyikan kapasitas diri yang sangat hebat. Ketika karet gelang dihadapkan kepada benda yang jauh lebih besar dari lingkarannya, maka dia mengerahkan ‘potensi simpanannya’ untuk mengimbangi besarnya tuntutan itu. Dengan begitu, dia selalu bisa menyesuaikan diri terhadap ukuran benda yang harus diikatnya. Dia bisa beradaptasi terhadap regangan yang diterimanya. Dengan kata lain, sebuah karet gelang mempunyai kapasitas diri yang lebih besar dari sekedar keadaan yang terlihat dari luar.
Didalam pekerjaan kita pun demikian. Orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang besar selalu mampu untuk menerima tantangan yang lebih besar. Ajaibnya, semakin besar tantang yang diterimanya; semakin besar juga kapasitas dirinya. Sehingga semakin hari, orang ini menjadi semakin hebat saja. Dan, karena dia menjadi semakin hebat; maka perusahaan memberi dia semakin banyak. Maka terjadilah keadaan yang saya sebut sebagai ’satisfaction circle’. Tantangan yang besar menjadikan kapasitas diri semakin besar. Kapasitas diri yang besar menghasilkan kinerja yang tinggi. Kinerja yang tinggi mendorong kompensasi dan imbalan yang tinggi. Imbalan yang tinggi melahirkan semangat kerja yang tinggi. Semangat kerja yang tinggi mendorong orang untuk terus meningkatkan diri. Meningkatkan diri memperbesar kapasitas diri. Begitu seterusnya, sehingga timbulah kepuasan disisi karyawan dan perusahaan.
Sedangkan orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang kecil; tidak akan mampu untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan yang semakin hari semakin meningkat. Dengan demikian, orang ini dengan cepat akan sampai kepada keadaan yang biasa kita sebut sebagai ‘mentok’. Para praktisi pengembangan sumberdaya manusia percaya bahwa orang-orang yang ’sudah mentok’ tidak bisa dikembangkan lagi. Sehingga, bagi mereka hanya ada 2 alternatif; yaitu, dipertahankan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rutin. Atau, segera dirumahkan karena tidak dapat mengikuti perkembangan perusahaan.
Oleh karena itu, kita tidak memiliki pilihan lain selain memastikan bahwa kapasitas diri kita cukup besar untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan. Untuk itu, ada beberapa langkah penting yang perlu kita lakukan.
Pertama, memahami bahwa pengembangan diri adalah tanggungjawab pribadi. Kitalah yang harus mendorong proses pengembangan diri itu. Bukan menunggu orang lain atau perusahaan yang melakukannya untuk kita. Mengapa? Karena orang lain belum tentu mempunyai komitmen yang tinggi untuk mengembangkan diri kita. Dan perusahaan memiliki banyak keterbatasan untuk menginvestasikan dana bagi perkembangan semua karyawannya.
Kedua, menantang diri sendiri. Banyak orang yang senang jika diberi pekerjaan yang gampang. Padahal itu berbahaya. Sebab, bukannya bertambah kapasitas diri mereka; melainkan semakin berkurang. Sebaliknya, kita mesti memastikan bahwa diri kita selalu dikondisikan menangani pekerjaan-pekerjaan sulit. Agar semakin hari keterampilan kita semakin meningkat. Dan kualitas diri kita semakin tinggi. Sehingga, kapasitas diri kita semakin besar dari hari ke hari.
Ketiga, lakukan semuanya itu secara konsisten. Kita tidak bisa berhenti untuk berkembang. Sebab, berhenti adalah awal dari sebuah
kemunduran. Mobil yang terus maju tanpa henti tidak akan bisa mundur. Sebab, sebelum mundur dia harus terlebih dahulu berhenti. Begitu juga dengan kita. Jika kita bisa memastikan untuk terus bertumbuh tanpa henti, maka kita akan terhindar dari kemunduran. Dengan begitu, kita akan selalu mampu untuk meningkatkan kapasitas diri kita.
Dan, seperti karet gelang; kita jadi mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perusahaan. Sehingga, para pemimpin diperusahaan menyimpulkan bahwa kita adalah orang-orang yang bisa diandalkan. Dan layak mendapatkan kesempatan.
Catatan Kaki:
Jangan sekali-kali berhenti untuk bertumbuh. Sebab, sekali berhenti sangat sulit untuk memulai kembali.
Anda tentu mengenal karet gelang. Kalau kita membeli nasi bungkus, biasanya bungkusan itu diikat oleh karet gelang. Dijaman saya masih kecil dulu; karet gelang bukan sekedar alat untuk mengikat sesuatu, melainkan alat permainan yang mengesankan. Karet gelang bisa digunakan untuk permainan apa saja. Mulai dari lompat tali, gitar-gitaran, pistol-pistolan, ketapel, dan adu tiup serta permainan lain yang jenisnya begitu banyak. Saya tidak menemukan bahan lain yang bisa digunakan untuk beragam permainan seperti karet gelang.
Namun, dari sekian banyak kegunaan karet gelang, ada satu karakter menarik yang dimilikinya. Yaitu; kemampuannya untuk memanjang mengikuti tarikan atau regangan. Tiba-tiba saja saya menyadari bahwa karet gelang itu menyimpan sebuah pelajaran penting bagi kita. Yaitu, tentang kapasitas diri kita. Perhatikanlah, sebuah karet gelang terlihat begitu gemulai. Namun, dibalik kegemulaiannya itu dia menyembunyikan kapasitas diri yang sangat hebat. Ketika karet gelang dihadapkan kepada benda yang jauh lebih besar dari lingkarannya, maka dia mengerahkan ‘potensi simpanannya’ untuk mengimbangi besarnya tuntutan itu. Dengan begitu, dia selalu bisa menyesuaikan diri terhadap ukuran benda yang harus diikatnya. Dia bisa beradaptasi terhadap regangan yang diterimanya. Dengan kata lain, sebuah karet gelang mempunyai kapasitas diri yang lebih besar dari sekedar keadaan yang terlihat dari luar.
Didalam pekerjaan kita pun demikian. Orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang besar selalu mampu untuk menerima tantangan yang lebih besar. Ajaibnya, semakin besar tantang yang diterimanya; semakin besar juga kapasitas dirinya. Sehingga semakin hari, orang ini menjadi semakin hebat saja. Dan, karena dia menjadi semakin hebat; maka perusahaan memberi dia semakin banyak. Maka terjadilah keadaan yang saya sebut sebagai ’satisfaction circle’. Tantangan yang besar menjadikan kapasitas diri semakin besar. Kapasitas diri yang besar menghasilkan kinerja yang tinggi. Kinerja yang tinggi mendorong kompensasi dan imbalan yang tinggi. Imbalan yang tinggi melahirkan semangat kerja yang tinggi. Semangat kerja yang tinggi mendorong orang untuk terus meningkatkan diri. Meningkatkan diri memperbesar kapasitas diri. Begitu seterusnya, sehingga timbulah kepuasan disisi karyawan dan perusahaan.
Sedangkan orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang kecil; tidak akan mampu untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan yang semakin hari semakin meningkat. Dengan demikian, orang ini dengan cepat akan sampai kepada keadaan yang biasa kita sebut sebagai ‘mentok’. Para praktisi pengembangan sumberdaya manusia percaya bahwa orang-orang yang ’sudah mentok’ tidak bisa dikembangkan lagi. Sehingga, bagi mereka hanya ada 2 alternatif; yaitu, dipertahankan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rutin. Atau, segera dirumahkan karena tidak dapat mengikuti perkembangan perusahaan.
Oleh karena itu, kita tidak memiliki pilihan lain selain memastikan bahwa kapasitas diri kita cukup besar untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan. Untuk itu, ada beberapa langkah penting yang perlu kita lakukan.
Pertama, memahami bahwa pengembangan diri adalah tanggungjawab pribadi. Kitalah yang harus mendorong proses pengembangan diri itu. Bukan menunggu orang lain atau perusahaan yang melakukannya untuk kita. Mengapa? Karena orang lain belum tentu mempunyai komitmen yang tinggi untuk mengembangkan diri kita. Dan perusahaan memiliki banyak keterbatasan untuk menginvestasikan dana bagi perkembangan semua karyawannya.
Kedua, menantang diri sendiri. Banyak orang yang senang jika diberi pekerjaan yang gampang. Padahal itu berbahaya. Sebab, bukannya bertambah kapasitas diri mereka; melainkan semakin berkurang. Sebaliknya, kita mesti memastikan bahwa diri kita selalu dikondisikan menangani pekerjaan-pekerjaan sulit. Agar semakin hari keterampilan kita semakin meningkat. Dan kualitas diri kita semakin tinggi. Sehingga, kapasitas diri kita semakin besar dari hari ke hari.
Ketiga, lakukan semuanya itu secara konsisten. Kita tidak bisa berhenti untuk berkembang. Sebab, berhenti adalah awal dari sebuah
kemunduran. Mobil yang terus maju tanpa henti tidak akan bisa mundur. Sebab, sebelum mundur dia harus terlebih dahulu berhenti. Begitu juga dengan kita. Jika kita bisa memastikan untuk terus bertumbuh tanpa henti, maka kita akan terhindar dari kemunduran. Dengan begitu, kita akan selalu mampu untuk meningkatkan kapasitas diri kita.
Dan, seperti karet gelang; kita jadi mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perusahaan. Sehingga, para pemimpin diperusahaan menyimpulkan bahwa kita adalah orang-orang yang bisa diandalkan. Dan layak mendapatkan kesempatan.
Catatan Kaki:
Jangan sekali-kali berhenti untuk bertumbuh. Sebab, sekali berhenti sangat sulit untuk memulai kembali.
Sabtu, 23 Januari 2010
Tips Meningkatkan Motivasi Diri Pemenang
Untuk meningkatkan motivasi diri menjadi pemenang, tidak ada salahnya
Anda mengikuti beberapa saran yang diusulkan oleh Vincent Gasperz
dalam bukunya Pedoman Penyusunan Rencana Bisnis, yaitu :
1. Jangan pernah memotong sesuatu yang dapat dibuka ikatannya.
2. Lihatlah masalah sebagai kesempatan untuk pertumbuhan dan
penguasaan diri.
3. Jadilah ahli dalam manajemen waktu.
4. Nilailah keberhasilanmu dengan menggunakan tolok ukur seberapa
banyak engkau menikmati kedamaian, kesehatan, dan kasih sayang.
5. Jangan tunda pelaksanaan gagasan (ide-ide) yang baik. Kemungkinan
ada orang lain yang baru saja memikirkannya juga. Sukses datang
kepada orang yang bertindak terlebih dahulu.
6. Berhati-hatilah terhadap orang yang
mengatakan kepadamu betapa ia itu
jujur.
7. Ingatlah bahwa pemenang melakukan
apa yang tidak mau dilakukan oleh
pecundang.
8. Carilah peluang, bukan rasa aman.
Kapal di pelabuhan memang aman,
tetapi pada waktunya bagian
bawahnya akan rusak berkarat.
9. Jalanilah hidupmu sedemikian rupa sehingga tulisan di batu nisanmu
dapat berbunyi: “Tidak Ada Penyesalan”.
10.Usahakan mencapai keunggulan, bukan kesempurnaan.
11.Beri orang kesempatan kedua, tetapi jangan kesempatan ketiga.
12.Belajarlah mengenali hal-hal yang tidak berkaitan, kemudian abaikan!
13.Jangan lupa, kebutuhan emosional terbesar seseorang adalah untuk
merasa dihargai.
14.Habiskan lebih sedikit waktu untuk membahas siapa yang benar, dan
lebih banyak waktu untuk membahas apa yang benar!
15.Pekerjakan orang yang lebih pandai darimu.
16.Jangan membakar jembatan, engkau akan heran betapa sering engkau
harus menyeberangi sungai yang sama.
17.Jagalah agar ekspektasi (harapan-harapan) tetap tinggi.
18.Jangan gunakan waktu dan/atau kata dengan ceroboh, keduanya tidak
dapat diperoleh kembali.
19.Jadilah orang yang berani dan tabah! Sewaktu mengingat kembali
kehidupan yang telah lewat, engkau akan lebih menyesali hal-hal yang
tidak dilakukan, daripada hal-hal yang telah dilakukan pada masa lalu.
20.Evaluasi prestasimu berdasarkan standarmu sendiri, bukan standar
orang lain.
21.Berusahalah untuk tetap hidup lebih berarti, dari pada hidup lebih
lama.
22.Jadilah orang yang tegas, walaupun itu berarti engkau kadang-kadang
keliru.
23.Tentukanlah sikapmu, jangan biarkan orang lain menentukannya
untukmu.
24.Lupakan Panitia! Gagasan baru yang mengubah dunia selalu datang
dari satu orang yang mau bekerja sama dengan orang lain, bukan
melalui upacara-upacara!
25.Berikanlah upah yang sama untuk pekerjaan yang sama, tanpa
memandang hal-hal yang lain.
26.Jangan biarkan hartamu memilikimu!
27.Jagalah reputasimu! Reputasi adalah modal yang paling berharga.
28.Perbaiki prestasimu melalui memperbaiki sikap dan kemampuanmu.
29.Kerjakan dengan benar pada kesempatan pertama.
30.Jangan pernah meremehkan kekuatan kata atau perbuatan yang baik.
31.Jangan takut untuk mengatakan: “Saya tidak tahu”, “Maafkan Saya”,
“Saya yang membuat kesalahan itu”, “Saya memerlukan bantuan
Anda”.
32.Pikiranmu hanya dapat menyimpan satu pikiran pada satu
kesempatan, oleh karena itu jadikanlah itu pikiran yang positif dan
konstruktif.
33.Jangan pernah mencabut/mematikan harapan seseorang, mungkin
hanya itulah yang dimilikinya!
34.Sesudah bekerja keras untuk mendapatkan apa yang engkau inginkan,
luangkanlah waktu untuk menikmatinya!
Anda mengikuti beberapa saran yang diusulkan oleh Vincent Gasperz
dalam bukunya Pedoman Penyusunan Rencana Bisnis, yaitu :
1. Jangan pernah memotong sesuatu yang dapat dibuka ikatannya.
2. Lihatlah masalah sebagai kesempatan untuk pertumbuhan dan
penguasaan diri.
3. Jadilah ahli dalam manajemen waktu.
4. Nilailah keberhasilanmu dengan menggunakan tolok ukur seberapa
banyak engkau menikmati kedamaian, kesehatan, dan kasih sayang.
5. Jangan tunda pelaksanaan gagasan (ide-ide) yang baik. Kemungkinan
ada orang lain yang baru saja memikirkannya juga. Sukses datang
kepada orang yang bertindak terlebih dahulu.
6. Berhati-hatilah terhadap orang yang
mengatakan kepadamu betapa ia itu
jujur.
7. Ingatlah bahwa pemenang melakukan
apa yang tidak mau dilakukan oleh
pecundang.
8. Carilah peluang, bukan rasa aman.
Kapal di pelabuhan memang aman,
tetapi pada waktunya bagian
bawahnya akan rusak berkarat.
9. Jalanilah hidupmu sedemikian rupa sehingga tulisan di batu nisanmu
dapat berbunyi: “Tidak Ada Penyesalan”.
10.Usahakan mencapai keunggulan, bukan kesempurnaan.
11.Beri orang kesempatan kedua, tetapi jangan kesempatan ketiga.
12.Belajarlah mengenali hal-hal yang tidak berkaitan, kemudian abaikan!
13.Jangan lupa, kebutuhan emosional terbesar seseorang adalah untuk
merasa dihargai.
14.Habiskan lebih sedikit waktu untuk membahas siapa yang benar, dan
lebih banyak waktu untuk membahas apa yang benar!
15.Pekerjakan orang yang lebih pandai darimu.
16.Jangan membakar jembatan, engkau akan heran betapa sering engkau
harus menyeberangi sungai yang sama.
17.Jagalah agar ekspektasi (harapan-harapan) tetap tinggi.
18.Jangan gunakan waktu dan/atau kata dengan ceroboh, keduanya tidak
dapat diperoleh kembali.
19.Jadilah orang yang berani dan tabah! Sewaktu mengingat kembali
kehidupan yang telah lewat, engkau akan lebih menyesali hal-hal yang
tidak dilakukan, daripada hal-hal yang telah dilakukan pada masa lalu.
20.Evaluasi prestasimu berdasarkan standarmu sendiri, bukan standar
orang lain.
21.Berusahalah untuk tetap hidup lebih berarti, dari pada hidup lebih
lama.
22.Jadilah orang yang tegas, walaupun itu berarti engkau kadang-kadang
keliru.
23.Tentukanlah sikapmu, jangan biarkan orang lain menentukannya
untukmu.
24.Lupakan Panitia! Gagasan baru yang mengubah dunia selalu datang
dari satu orang yang mau bekerja sama dengan orang lain, bukan
melalui upacara-upacara!
25.Berikanlah upah yang sama untuk pekerjaan yang sama, tanpa
memandang hal-hal yang lain.
26.Jangan biarkan hartamu memilikimu!
27.Jagalah reputasimu! Reputasi adalah modal yang paling berharga.
28.Perbaiki prestasimu melalui memperbaiki sikap dan kemampuanmu.
29.Kerjakan dengan benar pada kesempatan pertama.
30.Jangan pernah meremehkan kekuatan kata atau perbuatan yang baik.
31.Jangan takut untuk mengatakan: “Saya tidak tahu”, “Maafkan Saya”,
“Saya yang membuat kesalahan itu”, “Saya memerlukan bantuan
Anda”.
32.Pikiranmu hanya dapat menyimpan satu pikiran pada satu
kesempatan, oleh karena itu jadikanlah itu pikiran yang positif dan
konstruktif.
33.Jangan pernah mencabut/mematikan harapan seseorang, mungkin
hanya itulah yang dimilikinya!
34.Sesudah bekerja keras untuk mendapatkan apa yang engkau inginkan,
luangkanlah waktu untuk menikmatinya!
penyesalan tiada berguna
“Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba.
Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup.
Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup.
Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
kekuatan manusia di depan sang maha pencipta
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir
Al-Baqarah : 286
Al-Baqarah : 286
Dengarkan Sesuatu Yang Membuat Besar
Kebisingan orang lain terhadap sesuatu hal yang tidak sesuai dengan dirinya lebih riuh bila dibandingkan kebisingannya menilai diri sendiri….
Terkadang pandangan mereka terhadap ketidaktahuan membuat mereka memperdengarkan nyanyian yang terdengar sumbang di telinga.
Sebagian lagi bahkan terdengar memekikan dan menyayat hati, namun mereka tidak salah dalam memberi pandangan.
Mereka hanya melihat segala sesuatu dari ruang lingkupnya, itulah yang membuat mereka seperti itu sobat….
Karena itu jangan khawatir dengan segala retorika yang mengekerdilkan sebuah niat dan mimpi yang besar.
Biarkan mereka berbicara dan kita menunjukan dengan cara kita sendiri.
Suatu saat ketika kau mencapai puncak, mereka akan tersenyum bangga padamu dan berkata kau benar dalam hal ini.
Tetap semangat sobat, dengarkanlah sesuatu yang membuatmu besar.
Bukan sekedar mengerdilkan, sebab pengkerdilan hanya membuatmu tetap di tempat seperti yang mereka mau.
Tetap semangat, mereguk mimpi yang kau capai
Salam Inspirasi
Terkadang pandangan mereka terhadap ketidaktahuan membuat mereka memperdengarkan nyanyian yang terdengar sumbang di telinga.
Sebagian lagi bahkan terdengar memekikan dan menyayat hati, namun mereka tidak salah dalam memberi pandangan.
Mereka hanya melihat segala sesuatu dari ruang lingkupnya, itulah yang membuat mereka seperti itu sobat….
Karena itu jangan khawatir dengan segala retorika yang mengekerdilkan sebuah niat dan mimpi yang besar.
Biarkan mereka berbicara dan kita menunjukan dengan cara kita sendiri.
Suatu saat ketika kau mencapai puncak, mereka akan tersenyum bangga padamu dan berkata kau benar dalam hal ini.
Tetap semangat sobat, dengarkanlah sesuatu yang membuatmu besar.
Bukan sekedar mengerdilkan, sebab pengkerdilan hanya membuatmu tetap di tempat seperti yang mereka mau.
Tetap semangat, mereguk mimpi yang kau capai
Salam Inspirasi
Langganan:
Postingan (Atom)